Tips Hemat Beli Baju Muslim Menjelang Lebaran

Memakai baju baru boleh dikatakan telah menjadi tradisi masyarakat di Indonesia menjelang lebaran. Tak heran tingkat penjualan baju muslim menjelang lebaran sangat meningkat. Kondisi ini pula yang mengakibatkan harganya melonjak. Namun, Anda tidak perlu risau karena di bawah ini disajikan tips-tips hemat beli busana muslim menjelang lebaran 😀

Beli Baju MuslimTak sedikit orang yang disibukkan dengan mencari baju muslim menjelang lebaran selain membuat atau membeli kue, mengecat rumah, dll. Bahkan, bisa dibilang aktivitas ini telah menjadi tradisi rata-rata masyarakat Indonesia. Rasanya ada yang kurang jika tidak membeli baju muslim menjelang lebaran. Sayangnya, permintaan baju muslim yang melambung menjelang lebaran membuat harga yang ditawarkan oleh penjual makin meningkat. Kendatipun begitu, bukan berarti Anda tidak bisa menghemat biaya beli baju menjelang lebaran. Berikut ini tipsnya:

Beli dari sekarang. Tunggu apa lagi, buru baju muslim untuk lebaran sekarang, meski lebaran masih 1 bulan lagi. Dalam kenyataannya, semakin mendekati lebaran, harga barang kebutuhan termasuk baju muslim akan semakin tidak terkendali. Untuk itu, untuk menghemat pengeluaran, disarankan untuk membeli baju dari sekarang jangan tunggu nanti. Manfaat lain yang Anda dapatkan ketika beli baju muslim dari sekarang adalah tidak berdesak-desakan dengan konsumen lain, masih bisa memilih berbagai koleksi baju muslim terbaru (sekedar referensi, silakan cek koleksi busana muslim terbaru di YouTube), dan lainnya.

Pikirkan untuk membeli grosir. Untuk menghemat anggaran pembelian baju muslim, tidak ada salahnya jika Anda memikirkan pembelian secara grosir. Harga baju muslim grosir biasanya jauh lebih murah ketimbang pembelian satuan. Beli grosir terlalu banyak? Kalau Anda punya saudara, Anda berikan sehingga Anda dan saudara terlihat kompak. Jika tidak, Anda bisa meneruskannya ke teman atau tetangga. Agar cepat laku, Anda bisa menawarkan metode pembayaran cicilan setelah lebaran ketika kondisi keuangan sudah mulai membaik 😀 Bicara soal grosir baju muslim, Anda bisa ke pusat grosir baju Tanah Abang.

Beli di pasar tradisional. Sudah bukan rahasia lagi kalau produk yang ditawarkan termasuk baju muslim di mall-mall harganya akan lebih mahal dibanding di pasar tradisional. Bahkan, menjelang lebaran, harga label bisa 2 sampai 3 kali lipat lebih mahal. Oleh karenanya, sebaiknya pertimbangkan untuk membeli baju di pasar tradisional. Selain harga yang ditawarkan bakal di bawah harga label baju muslim di mall-mall dan kualitasnya pun tak kalah saing, beli baju muslim di pasar tradisional memungkinkan Anda untuk mendapatkan harga sesuai kantong. Tidak lain karena Anda bebas tawar menawar harga dengan penjual. Jika penjual tidak merasa rugi dengan penawaran harga Anda, baju muslim yang diinginkan dengan harga sesuai kantong bisa diberikan.

Selain ketiga tips di atas, tips lain yang bisa digunakan untuk menghemat pengeluaran beli baju muslim adalah dengan membandingkan harga di toko satu dengan toko lainnya (tak terkecuali jika Anda ingin membeli baju di toko online). Jika Anda tinggal di Jakarta, Anda patut senang karena sangat mudah menemukan baju Lebaran murah. Dengan demikian, Anda masih tetap bisa pakai baju baru dengan budget terjangkau. Akan tetapi, bagi Anda yang tinggal di luar Jakarta, tidak perlu khawatir karena ada salah satu situs marketplace yang menggandeng pedagang Tanah Abang sehingga memungkinkan Anda untuk membeli busana muslim murah dengan praktis.

Yang Wajib Dilakukan ketika Membeli Grosir Sepatu

sepatu grosirSepatu merupakan salah satu barang fashion yang banyak diperjualbelikan di pasaran. Pada umumnya, penjual membeli sepatu grosir dari produsen secara langung atau distributor. Harga grosir sepatu sendiri terbilang beragam dan pembeli bisa mendapatkan potongan harga bila membeli dalam jumlah banyak. Bicara soal sepatu grosir, apakah Anda tertarik untuk membeli produk ini? Jika iya, selain mencari produsen atau distributor sepatu yang dapat dipercaya, sangat disarankan juga untuk melakukan hal-hal di bawah ini terlebih dahulu:

Lihat merek dan deskripsi tentang sepatu

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah melihat merek dan deskripsi tentang sepatu. Untuk merek, tentu Anda pastinya tahu tentang merek-merek sepatu yang sudah ternama dan banyak dijual di pasaran. Untuk itu, pastikan bahwa Anda memilih merek sepatu ternama yang sudah jelas kualitasnya. Namun, jangan terlalu cepat percaya begitu saja bila Anda tertarik dengan sepatu yang memiliki merek ternama karena ada banyak sepatu KW atau palsu di luar sana. Cara memastikannya adalah dengan tahu siapa penjual dari grosir sepatu tersebut. Jika penjualnya sudah berpengalaman dan ternama, tentu tidak akan menyediakan produk abal-abal.

Sementara itu, untuk deskripsi sepatu, Anda bisa menemukannya setelah mengklik gambar produk. Pada umumnya, di dalam deskripsi akan dijelaskan mengenai ketersediaan ukuran dan warna, bahan sepatu, kelebihan sepatu, syarat dan ketentuan mengenai menimal pembelian dan pengiriman. Bila tidak ada deskripsi produk sama sekali, ada baiknya untuk tidak membeli produk tersebut karena besar kemungkinan bahwa produk itu palsu atau penjualnya yang tidak bisa dipercaya.

Ketahui minimal pembelian

Setiap produsen atau distributor produk grosir telah menetapkan minimal pembelian untuk setiap produk yang ingin dibeli konsumen dan setiap produk memiliki minimal pembelian yang berbeda-beda. Sebagai contoh, jika Anda membeli grosir celana jeans, Anda mungkin bisa membeli minimal 2 helai tapi tidak untuk grosir tas yang mungkin mengharuskan Anda untuk membeli minimal 5 buah. Untuk itu, ketahui minimal pembelian dari tas grosir yang dibeli agar tahu berapa banyak uang yang harus disiapkan. Jika seandainya dana yang dimiliki terbatas, sebaiknya pilih produsen atau distributor yang menyediakan minimal pembelian hanya dua unit/buah saja sehingga Anda tak perlu menghabiskan banyak uang.

Sebagai informasi tambahan, pada umumnya, para produsen atau distributor akan memberikan potongan harga di luar harga sebenarnya apabila pembeli membeli lebih dari 10 atau 12 buah produk sehingga bisa menghemat uang. Sebagai contoh, bila Anda membeli grosir tas yang  harga per satuannya 99,000 rupiah, Anda bisa saja membeli per satu tas dengan harga 79,000 rupiah bila sudah memesan 10 buah tas.

Cari tahu mengenai pengiriman

Apabila Anda membeli produk grosir secara offline, tentu Anda harus membawa produk sendiri ke rumah Anda. Bila Anda punya kendaraan roda empat, Anda tak perlu khawatir karena bisa membawa semua barang belanjaan sendiri. Di sisi lain, bila Anda membeli produk grosir secara online, silahkan cari tahu mengenai pengirimannya. Apakah penjual sudah bekerjasama dengan perusahaan jasa pengiriman terpercaya atau belum? Apakah Anda masih harus mengeluarkan ongkos kirim? Apakah Anda mendapatkan potongan harga bila berat barang yang dikirim lebih dari 1 kilogram? Berapa lama produk bisa sampai ke rumah Anda? Semua jawaban dari pertanyaan ini harus Anda cari tahu sebelum melakukan transaksi dengan penjual online. Dengan melakukan hal ini, Anda bisa tahu apakah penjual yang Anda pilih sudah terpercaya, baik hati, atau sebaliknya.

Pilih Jadi Affiliate Marketer atau Reseller Busana Muslim?

Gaji sebagai seorang karyawan rasanya belum bisa memenuhi kebutuhan harian, terutama bagi yang sudah berkeluarga. Makanya, tak heran kalau karyawan menggeluti pekerjaan sampingan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Lebih dari sekedar memenuhi kebutuhan harian, gaji yang didapatkan sebagai karyawan ditambah penghasilan tambahan dari pekerjaan sampingan diharapkan sekian persennya dapat dialokasikan untuk investasi yang mana dikemudian hari bisa digunakan untuk dana pendidikan, dana pensiun, atau memenuhi keinginan yang belum terwujud. Menyinggung soal pekerjaan sampingan, ada dua pekerjaan yang ramai peminatnya yakni affiliate marketer dan reseller busana Muslim. Jika Anda sedang mencari pekerjaan sampingan, keduanya patut diperhitungkan. Pilih mana ya, jadi affiliate marketer atau reseller busana Muslim? Untuk memudahkan Anda dalam menentukan pilihan, coba kita uraikan perbedaannya ke dalam beberapa hal berikut:

Affiliate Marketer atau Reseller Busana Muslim

Modal  

Dari sisi modal, kedua profesi sangat jelas perbedaannya. Untuk menjadi affiliate marketer, Anda hanya harus punya modal keterampilan memasarkan lewat word of mouth, website (yang bisa dibuat gratis), sosial media (yang mana akunnya free), atau BBM. Sebab, affiliate marketer hanya bertugas memasarkan busana Muslim produsen. Kalau perlu modal sekalipun paling-paling untuk internet. Bagaimana dengan reseller busana Muslim? Tentunya butuh modal yang relatif besar karena harus membeli busana Muslim dari produsen baru kemudian akan dipasarkan. Lebih dari sekedar butuh modal untuk membeli busana Muslim dari produsen, reseller juga butuh modal untuk pemasaran busana Muslim itu sendiri. Misalnya, kalau memilih pemasaran online tentunya harus membuat website berbayar agar toko busana Muslim online dapat diakses dengan cepat dan kalau memilih pemasaran offline harus menyewa atau membuat toko.

Pendapatan      

Affiliate marketer yang hanya bermodalkan website atau sosial media serba gratis, tentu saja pendapatannya pun tidak besar. Affiliate marketer hanya mendapatkan pendapatan dari komisi. Komisi ini diperoleh lantara affiliate marketer berhasil mempengaruhi konsumen untuk melakukan pembelian busana Muslim. Besarnya komisi sendiri tergantung pada kebijakan produsen bisa atas dasar kuantitas konsumen dan bisa juga atas dasar berapa banyak busana Muslim yang dibeli. Bagaimana dengan reseller? Reseller bisa mendapatkan pendapatan sesuai dengan yang diinginkan. Sebab, pendapatan reseller dari selisih harga beli busana Muslim dengan harga busana Muslim yang dijual kepada konsumen. Kalau ingin pendapatan tinggi, reseller bisa menjual busana Muslim dengan harga yang relatif mahal. Kendatipun demikian, reseller harus juga mempertimbangkan kualitas busana Muslim, kemampuan pangsa pasar, dan kompetitor dalam menentukan harga jual.

Resiko kerugian

Jika dilihat dari sisi resiko kerugian, jelas affiliate marketer bisa dibilang minim bahkan nothing resiko. Kalau memang ada, paling-paling resikonya hanya lelah saja karena telah bekerja kerjas lakukan pemasaran tapi tidak kunjung ada konsumen yang tertarik. Kalau reseller, resiko kerugiannya bisa sangat besar terlebih kalau tidak tahu cara pemasarannya. Sebagai contoh, reseller bermodalkan sekitar IDR 10.000.000 untuk membeli busana Muslim dari produsen (di luar dari penyewaan atau pembuatan toko). Ternyata, model busana Muslim yang dibeli reseller tidak disukai oleh pangsa pasar. Akhirnya, reseller memberikan diskon besar-besaran untuk model busana Muslim tersebut agar bisa mengganti barang di gudang. Meski masih dapat uang dari penjualan busana Muslim, tetap saja selebihnya reseller mendapatkan rugi besar. Untuk bisa membeli kembali busana Muslim, reseller harus melakukan pinjaman modal dari lembaga keuangan.

Sudah menemukan profesi sampingan yang tepat? Semoga Anda bisa menentukan mana yang terbaik 😀

Bisnis Grosir Baju Anda Sepi Pembeli? Ini Dia Penyebabnya

sepi pembeliApakah Anda seorang pebisnis grosir baju pemula yang sedang mengalami sepi pembeli? Jika iya, Anda disarankan untuk tidak menyerah begitu saja karena bisnis ini cukup menguntungkan jika dijalankan dengan sepenuh hati. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan untuk keluar dari masalah ini? Ada baiknya untuk mencari tahu dulu apa penyebabnya agar Anda bisa menemukan jalan keluar terbaik untuk mengatasi masalah ini. Adapun hal-hal yang menyebabkan sepinya pembeli di toko baju grosir Anda adalah:

Harga yang terlalu mahal

Harga biasanya menjadi pertimbangan utama para pembeli dalam memberi produk. Kebanyakan pembeli akan mengurungkan niatnya untuk membeli produk jika harganya terlalu mahal. Hal yang sama juga berlaku pada bisnis yang Anda jalani saat ini. Apabila baju grosir yang Anda tawarkan terlalu mahal, pembeli akan berpikir dua kali untuk membelinya, apalagi jika kualitas baju hanya standar saja. Coba tanyakan diri Anda sendiri, apakah Anda mau mengeluarkan uang 100 ribu rupiah hanya untuk mendapatkan satu helai baju dengan kualitas standar? Besar kemungkinan jawaban Anda tidak karena Anda bisa mendapatkan baju yang jauh lebih bagus dengan harga seperti itu.

Lalu bagaimana cara menentukan harga agar tidak kemahalan? Ada baiknya untuk melakukan survei langsung di pasar. Anda bisa bertanya kepada para pedagang baju kisaran harga yang mereka tawarkan. Setelah mendapatkan data yang dibutuhkan, tinggal menentukan harga yang tidak lebih dari harga di pasaran. Misalnya, jika satu helai baju di pasaran dibanderol dengan harga 25 ribu sampai 50 ribu rupiah, sebaiknya harga yang Anda tawarkan di sekitar harga seperti itu kecuali jika baju grosir yang ditawarkan berkualitas dan bermerek. Anda boleh mematok harga lebih dari itu.

Tempat berjualan yang tidak nyaman

Apakah Anda mau membeli baju di toko yang sempit, banyak sampah, dan bau? Tentu saja jawaban Anda tidak, bukan? Yup, kondisi tempat berjualan juga bisa menjadi faktor yang membuat pembeli malas untuk berbelanja. Untuk itu, segera cek kondisi toko baju grosir Anda saat ini, apakah sudah nyaman atau belum. Jika toko Anda kotor dan bau, sebaiknya segera bersihkan. Di samping itu, jika tata letak baju terbilang berantakan, ada baiknya untuk memperbaikinya agar terlihat rapi dan enak dilihat oleh Anda dan para calon pembeli. Pastikan untuk membedakan letak pakaian berdasarkan jenisnya agar para pengunjung toko Anda tidak kesulitan menemukan baju yang mereka butuhkan. Misalnyanya, untuk baju anak-anak diletakkan di arah belakang, sedangkan untuk baju wanita dan perempuan diletakkan di bagian kiri dan kanan.

Pilihan baju yang itu-itu saja

Apa yang Anda rasakan jika setiap kali mengunjungi toko baju dan melihat baju yang sama berkali-kali? Tentu Anda akan bosan dan memilih untuk mengunjungi toko baju lainnya. Hal yang sama juga pasti dilakukan oleh calon pembeli Anda apabila tidak ada baju grosir baru yang ditawarkan di toko Anda. Untuk itu, Anda harus memberikan banyak pilihan baju atau menyediakan baju grosir baru setiap bulannya. Bagaimana dengan baju yang lama? Anda bisa tetap menjualnya seperti biasa. Namun, jika baju tersebut belum laku-laku dalam waktu yang cukup lama, Anda bisa memberikan diskon untuk baju tersebut agar bisa dibeli oleh para pembeli. Anda boleh memberikan diskon gila-gilaan selama Anda bisa mengembalikan modal usaha Anda atau setidaknya Anda tidak rugi besar.

Mematok Harga Tinggi untuk Grosir Baju, Baikkah?

Harga Grosir Baju1Berbisnis grosir baju, mengapa tidak? Makin banyaknya pedagang baju belakangan menjadikan bisnis ini makin menjanjikan. Selain menentukan jenis grosir baju yang bakal ditawarkan serta lokasi berdagang, Anda pun harus menentukan harga jual untuk grosir baju. Pertimbangkan harga beli dalam penentuan harga. Btw, mematok harga tinggi untuk grosir baju, baikkah? Bukankah akan cepat dapat keuntungan maksimal?

Kalau kualitasnya oke tidak masalah     

Coba cek kualitas grosir baju yang dibeli, apakah oke atau tidak? Kalau kualitas bahan, jahitan, warna, dan aksesorisnya terbilang oke tidak masalah kalau harus mematok harga tinggi. Harga tinggi memang setimpal dengan kualitas yang oke. Pembeli tidak merasa kecewa kalau memang kualitas grosir baju patut diacungi jempol. Namun, jangan sesekali mematok harga tinggi dengan kualitas rendah. Pembeli newbie, dipastikan tidak bakal melakukan pembelian untuk kedua, ketiga, dan kesekian kalinya. Pembeli tetap, dipastikan bakal berpindah ke pelanggan lainnya dengan tawaran harga grosir baju yang sesuai kualitas.

Kalau modelnya unik bukan halangan   

Harga dari sebuah baju biasanya ditentukan dari model. Semakin unik modelnya, harga yang ditawarkan akan makin mahal. Ini untuk menghargai kreativitas mereka yang membuat baju unik. kalau Anda menjual baju grosir dengan model unik atau jarang ditemui, bukan halangan untuk mematok harga yang mahal. Pedagang lain pun belum tentu menawarkan grosir baju dengan model demikian. Artinya, pembeli cukup bangga memakainya karena minim orang yang memilikinya. Kepuasan ini  patut dibayar dnegan harga yang tinggi. Akan tetapi, model baju yang sudah sangat mudah ditemui pastikan mematok harga yang sewajarnya atau sesuai pasaran. Kalau tidak bakal kalah saing dengan pedagang lain yang menjual grosir baju serupa dengan tawaran harga yang lebih terjangkau.

Sulit dapat perhatian konsumen baru   

Penentuan harga bagi pedagang grosir baju memang cukup sulit. Apabila mematok harga yang terlampau tinggi, perhatian konsumen baru tidak bakal didapatkan. Bagaimana tidak? Mendengar penawaran harga yang jauh dari perkiraan terkadang membuat konsumen baru bingung akan memulai harga penawaran. Apabila mematok harga yang terlampau rendah, resiko tidak dapat keuntungan pasti bakal didapatkan. Yup, cuma dapat capek dari berdagang. Lantas? Patok harga sesuai dengan pangsa pasar. Kalau pangsa pasar menengah ke bawah, harga grosir baju sebaiknya tidak lebih dari IDR 500 ribu. Kalau menengah ke atas, tidak masalah kalau harus pasang harga grosir baju hingga jutaan Rupiah karena memang mereka punya dana.

Buat kabur pelanggan lama

Keramahan pedagang grosir baju tidak serta merta membuat pelanggan lama jadi betah. Kalau terus menerus dijejali grosir baju dengan harga yang tinggi, pelanggan lama pun mulai berpikir untuk kabur. Berharap pedagang lain akan menawarkan baju grosir dengan harga terjangkau untuk pelangan lama. Dengan begitu, pelanggan lama bisa dapat puas hati menentukan harga untuk konsumennya. Bahkan, sekalipun ingin mendapatkan untung besar, pelanggan lama bisa mendapatkannya dengan harga beli baju grosir yang cukup terjangkau. Bagaimana dengan pedagang grosir? Tidak bisa berbuat apa-apa. Mau marah? Itu hak pelanggan lama untuk berpindah ke pedagang lainnya. Mau menuntut? Kalau tidak ada perjanjian di atas putih, mana berkah.

Dilema dalam penentuan harga jual memang sering kali dihadapi oleh pedagang termasuk pedagang grosir baju. Akan tetapi, ini bisa diatasi dengan mempertimbangkan dari berbagai aspek:

  • Bahan yang digunakan
  • Motif
  • Model
  • Ukuran
  • Lokasi order

Dengan mempertimbangkan beberapa aspek ini, semoga penentuan harga akan lebih masuk akal.

Mengapa Memilih Membeli Grosir Baju di Tanah Abang?

tanah abangAda banyak tempat grosir yang muncul di kota-kota besar. Salah satunya adalah pasar Tanah Abang. Setiap hari, tempat ini selalu tak pernah sepi pengunjung. Pengunjung tidak hanya datang dari dalam kota tetapi juga luar kota. Di waktu-waktu tertentu, seperti menjelang lebaran, natal, dan tahun baru, pengunjung tempat ini bisa membludak sehingga sering terjadi kemacetan di sekitar tempat ini. Sebenarnya apa sih alasan mengapa ada banyak orang yang pergi ke sana? Tentu salah satu alasan mereka adalah untuk membeli baju grosir. Perlu diketahui bahwa grosir baju di Tanah Abang berbeda dari tempat lainnya karena:

Pilihan baju grosirnya banyak

Tidak semua tempat grosir di kota lain memiliki pilihan baju yang banyak. Di Pasar Tanah Abang sendiri, pilihan baju grosirnya banyak dan lengkap. Ada baju grosir untuk anak-anak, remaja, dan dewasa di sana. Desain, warna, motif, dan ukuran juga beragam. Bahkan sampai trend baju terbaru pun bisa ditemukan di sana. Misalnya, bagi yang suka dengan K-Pop, mereka bisa membeli baju korea di sana atau bagi yang suka berpakaian muslim, mereka bisa menemukan beragam pakaian muslim dengan berbagai warna dan desain. Untuk anak-anak, tersedia baju grosir untuk balita sampai anak berusia di atas 10 tahun.

Harganya relatif lebih murah

Kebanyakan calon pembeli akan mengurungkan niatnya dan geleng-geleng kepala ketika tahu bahwa baju yang ingin dibeli harganya melebihi budget yang mereka persiapkan. Hal ini tidak akan mungkin terjadi jika belanja di Pasar Tanah Abang. Mengapa? Ada banyak baju grosir di sana yang dijual dengan harga mulai dari belasan ribu rupiah sampai ratusan ribu rupiah. Harga ini disesuaikan dengan kualitas bahan baju itu sendiri. Di samping itu, jika membeli baju grosir dalam jumlah banyak, penjual tak segan-segan memberikan potongan harga sehingga para pembeli bisa menghemat pengeluaran mereka.

Berapa minimum pembelian untuk baju grosir? Pada umumnya, minimum pembelian adalah 2-3 helai. Btw, pembelian baju grosir di Tanah Abang saat ini juga bisa dilakukan secara online sehingga para pembeli yang berasal dari luar kota tidak perlu repot-repot untuk datang ke sana. Hal ini berkat adanya pusat grosir baju yang menampung semua penjual baju grosir dari Tanah Abang. Harganya juga sama seperti harga pasaran. Bahkan ada yang dijual jauh lebih murah. Keamanan belanja secara online di pusat grosir baju ini pun terbilang aman karena pihak pengelola menggunakan sistem keamanan yang berkualitas sehingga tangan-tangan jahil tidak bisa dengan mudah meretas atau merusak sistem yang ada.

Tempatnya nyaman dan aman

Pasar Tanah Abang dikelola dengan baik oleh pihak pengelola sehingga para pengunjung tidak akan kesulitan menemukan toko baju grosir yang mereka inginkan. Tata letak setiap toko diatur dengan rapi dan kebersihan tempat ini selalu terjaga dengan baik. Di samping itu, ada banyak petugas keamanan yang berjaga di sana sehingga ketika terjadi tindakan kriminal, para petugas tersebut sudah sigap mengatasinya. Tak kalah pentingnya, ada banyak bangku-bangku panjang yang diletakkan di beberapa tempat di pasar tersebut. Hal ini berguna untuk bagi para pembeli yang sudah berkeliling dan merasa kelelahan. Mereka bisa beristirahat sambil mengecek barang belanja mereka.

Oleh ketiga alasan di atas, maka tak heran apabila ada banyak pembeli dari dalam maupun luar kota yang berbondong-bondong untuk datang ke Pasar Tanah Abang.